Warga Desa Pelawi, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Oku Selatan menjadi sorotan diduga ketua BUMDES Desa Pelawi bukan warga desa tersebut yang dinilai tidak transparan dan diduga bermasalah.
BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa sejatinya dibentuk untuk mengelola aset dan potensi desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun dalam praktiknya, pengelolaan BUMDes Desa pelawi Kecamatan Buay Rawan kini menuai kritik tajam dari masyarakat setempat.
pemalsuan ketua BUMDES Desa Pelawi berdasarkan hasil informasi awak media ini mendatangi kandang ayam petelur guna mencari informasi yang lebih lanjut, team media bertemu lasung dengan salah satu pengurus peternakan ayam petelur, team medie mewawancarai salah satu pekerja tersebut yang enggan disebut namanya dalam pemberitaan, beliau mengatakan kalau ayam ni kurang lbh 350 ekor dan ketua BUMDES nya orang pasar depan rumah pak Kades, tutupnya.
Kemudian awak media meminta nomor ketua BUMDES untukvmelakukan konfirmasi terkait isu yang beredar, awak media mencoba menghubungi ketua BUMDES melalui telpon whatsap untuk mamastikan apa benar dia adalah ketua BUMDES Drsa Pelawi, setelah telpin tersambung awak media mempertanyakan apa benar bapak ketua BUMDES desa pelawi, Dia menjawab bukan la aku ketua BUMDES salah orng kalian dan lasung menutup telponya.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan warga terhadap dugaan menyalahi aturan dan ketentuan yang berlaku, diduga adanya penyimpangan anggaran oleh Ketua BUMDes Desa Pelawi, Dugaan itu semakin menguat setelah Ketua BUMDes dikabarkan bukan masyarakat Desa Oelawi, sehingga seluruh pengelolaan kegiatan disebut-sebut dikendalikan sendiri oleh ketua BUMDes. Warga juga menduga adanya pengadaan barang dengan harga yang tidak wajar dan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana BUMDes tersebut, Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat Desa Pelawi Kecamatan Buay Rawan masyarakat berharap adanya transparansi dan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana BUMDes demi menjaga kepercayaan publik terhadap program pemberdayaan ekonomi desa.
Rilis Sumril J