Desa Surabaya Timur berada di pesisir danau ranau dan sebagian di atas perbukitan, desa ini tergabung di Kecamatan Banding Agung,Kabupaten Oku Selatan,Desa ini tergolong desa yang berkembang namun roda pemerintahan desa Surabaya Timur ini tidak adanya transparan / keterbukaan publik terhadap masyarakat desa setempat.
Diduga dana desa di kelola oleh oknum yang sangat tertutup,hanya orang orang tertentu atau sekelompok yang mengetahuinya, maka dari itu oknum kepala desa diduga semaunya merealisasikan dana tersebut,contohnya di tahun 2024 oknum kepala desa menganggar kan dana LPM sebesar Rp.10.000.000.00.
Di buat apa kah dana tersebut,sementara masyarakat tidak mengetahui di buat apa dana sebesar itu ……..? ( diduga fiktif)
Dan di tahun 2025 oknum kepala desa menganggarkan pipanisasi sebesar Rp.30.000.000.00.
namun yang di pakai untuk pipanisasi diduga tidak sampai menghabiskan dana sebesar ini, sedangkan dana pipanisasi hanya di belanjakan pipa atau paralon 2 in sebanyak 33 batang dengan harga diduga Rp. 75.000, kalau di kalikan 33 X 75000 : Rp.2.475.000 ini termasuk mar,up yang fantastis.
Kalau di telaah sebanyak item yang di anggarkan oknum kepala desa dengan dana desa, desa surabaya timur diduga telah merealisasikan dana desa dengan semena – mena ( mar,up besar besaran ), masyarakat desa surabaya timur,kecamatan banding agung,kabupaten ogan komering ulu selatan sangat merasa janggal dengan apa yang di lakukan oknum kepala desa ini,tapi masyarakat tidak berani untuk komplain karena masyarakat desa takut berimbas yang tidak baik di keluarga mereka.
Beberapa masyarakat desa surabaya timur saat di wawancarai awak media mereka lebih memilih diam tidak mau bicara, mereka hanya berkata tidak tahu. Di tiga dusun dan di lain tempat awak media mewawancarai masyarakat desa jawaban mereka tetap sama tidak tahu, seperti di bawah komando seseorang, masyarakat desa Surabaya Timur tidak mau berkata selain tidak tau.
Ada apa kan ini ……?
Lain hal nya dengan salah satu masyarakat desa surabaya timur ini,dia enggan di sebutkan nama nya, dia mengatakan,” apa yang bapak tanyakan itu memang benar adanya, kades kami ini sangat tertutup pak,semua kegiatan desa yang menggunakan dana desa tidak pernah terbuka kepada masyarakat pak,mengenai pipanisasi tahun 2025 yang lalu enggak masuk akal pak masak masang paralon kayak gitu menghabiskan dana sebesar itu,gede betul untung kades itu,jelasnya.
Dan saat oknum kepala desa di konfirmasi melalu,i sambungan telpon dan pia whatsapp keketika itu juga nomor awak media di belokir kepala desa.
Masyarakat desa surabaya timur merasa kan kejanggalan dalam realisasi dana desa yang di lakukan oleh oknum kepala desa mulai dari beliau menjabat sebagai kepala desa, masyarakat desa mengharapkan kepada dinas yang terkait untuk turun dan benar benar memeriksa realisasi dana desa yang di kelola kepala desa surabaya timur agar apa yang di ragukan masyarakat jelas.
Dan apa bila di temukan ada indikasi korupsi masyarakat desa minta agar dapat di peroses secara hukum yang berlaku di negara republik indonesia ini.
Rilis.Ali Umar