Desa Sidorahayu – Dugaan penjualan pupuk bersubsidi yang mencuat di tengah masyarakat akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Bidan Fitri, warga Desa Sidorahayu, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, yang namanya disebut-sebut dalam polemik tersebut.
Saat dikonfirmasi, Bidan Fitri membantah dirinya sebagai kios maupun pengecer resmi pupuk subsidi. Ia menegaskan bahwa pupuk yang ada di rumahnya diperuntukkan bagi kebutuhan pribadi keluarga, bukan untuk diperjualbelikan secara umum.
“Saya bukan penjual ataupun pengecer pupuk subsidi. Pupuk itu sebenarnya untuk pemakaian pribadi,” ujarnya.
Namun dalam keterangannya, ia mengakui sempat memberikan pupuk kepada satu atau dua orang warga yang datang meminta tolong untuk dibagi.
Jumlahnya pun, menurut dia, tidak banyak, hanya sekitar satu kuintal.
“Karena ada masyarakat yang minta tolong bagi pupuk, ya saya kasih. Itupun cuma satu atau dua orang dan tidak banyak,” jelasnya.
Terkait adanya warga yang menyebut meminta pupuk langsung kepadanya, Bidan Fitri menilai hal itu kemungkinan karena dirinya lebih dikenal masyarakat dibanding anggota keluarga lainnya.
Meski demikian, pengakuan tersebut tetap memunculkan tanda tanya di tengah warga.
Pasalnya, pupuk bersubsidi merupakan barang yang distribusinya diatur ketat oleh pemerintah dan diperuntukkan bagi petani yang terdaftar dalam sistem resmi. Penyaluran di luar mekanisme yang telah ditetapkan berpotensi menyalahi aturan.
Bidan Fitri juga menyatakan tidak semua pertanyaan harus ia jawab kepada pihak luar dan mempersilakan siapa pun yang ingin klarifikasi lebih lanjut untuk datang langsung ke kediamannya.
“Tidak semua pertanyaan harus saya jawab. Kalau memang ini penting, silakan datang dan bertanya langsung ke rumah kalau mau di beritakan silak kan kalau mau di lapor kan iya silak kan ,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan penjualan pupuk bersubsidi tersebut.
Warga pun berharap ada penelusuran lebih lanjut agar distribusi pupuk bersubsidi tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Rilis Team