Muaradua – Kepala Desa Talang Padang, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Sulaidi, akhirnya angkat bicara terkait tudingan dirinya melakukan intimidasi terhadap oknum jurnalis.
Didampingi Kepala Desa Tanjung Jaya, Yeti Tarwiah, Sulaidi memberikan penjelasan secara terbuka mengenai peristiwa yang terjadi di Kantor Desa Tanjung Jaya pada Selasa, 6 Januari 2026 lalu.
Sulaidi menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat menghalangi kerja jurnalistik, apalagi menghina profesi wartawan.
“Saya perlu meluruskan dan mengklarifikasi karena pemberitaan yang beredar saat ini sudah melebar terlalu jauh ke hal-hal lain. Saya tidak pernah berniat menghalangi kerja jurnalis ataupun menghina profesi wartawan,” ujar Sulaidi saat dibincangi awak media di Kantor Kecamatan Buay Pemaca, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, kehadirannya di Kantor Desa Tanjung Jaya berawal dari informasi yang diterimanya melalui grup WhatsApp. Saat itu, Kepala Desa Tanjung Jaya sedang memberikan keterangan kepada tiga oknum wartawan terkait pemberitaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tanjung Jaya.
“Saya datang karena kapasitas saya sebagai Ketua Forum Kepala Desa Buay Pemaca. Saya merasa perlu mengetahui sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di wilayah Buay Pemaca,” jelasnya.
Sulaidi mengungkapkan, saat tiba di lokasi, situasi sudah dalam kondisi cukup tegang antara pihak media dan pihak desa terkait pembahasan BUMDes.
Ketika ikut dalam pembahasan, ia memberikan saran agar pemberitaan yang berkaitan dengan BUMDes seharusnya melalui proses konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang, sebelum diterbitkan.
Menurutnya, penerbitan berita tanpa konfirmasi telah melanggar kode etik jurnalistik.
“Saat itu ada pernyataan yang dilontarkan kepada saya, ‘ini bukan urusan kamu, Pak Kades’. Dari situlah emosi saya terpancing,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa emosinya sempat tidak terkendali dan terekam dalam video saat berdiri serta menunjuk salah satu pihak. Namun demikian, Sulaidi menegaskan tidak pernah melakukan tindakan kekerasan.
“Namanya manusia, kalau terus dipancing tentu emosi. Tapi saya pastikan tidak ada pemukulan atau kekerasan fisik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Jaya sekaligus Pembina BUMDes, Yeti Tarwiah, turut memberikan klarifikasi. Ia menyebutkan bahwa saat kejadian dirinya memang sedang memberikan penjelasan kepada tiga oknum wartawan terkait pemberitaan BUMDes Tanjung Jaya yang dinilainya tidak sesuai fakta.
Yeti menyayangkan adanya pemberitaan yang terbit tanpa konfirmasi kepada pihak pengelola atau pembina BUMDes.
“Hal tersebut jelas keliru. Padahal selama ini hubungan kami dengan media terjalin baik dan komunikatif. Bahkan salah satu dari tiga oknum wartawan tersebut pernah kami beri telur hasil BUMDes,” ujar Yeti.
Ia juga membela kehadiran Sulaidi yang menurutnya datang untuk memberikan masukan demi penyelesaian masalah, mengingat kapasitasnya sebagai Ketua Forum Kepala Desa Buay Pemaca.
Terkait laporan ke Polres OKU Selatan atas peristiwa tersebut, Yeti mengaku tidak mempermasalahkannya dan siap memberikan keterangan apabila diperlukan.
“Namun sampai saat ini, belum ada panggilan ataupun komunikasi resmi dari Polres OKU Selatan kepada kami,” pungkasnya. (End)